Peringatan
St. Nikolaus Gesturi,Maria Droste-Fischering
oleh: Romo Noegroho Agoeng Sri Widodo pr.
Suatu kali ada orang dengan suara keras memaki-maki. Namun orang yang dimaki-maki diam saja. Ia mendengarkan seluruh makian itu. Mungkin juga hatinya panas, tetapi wajahnya tetap tenang. Setelah yang mencaci maki diam, ia tersenyum dan bersuara dengan tenang dan lembut. Kata-kata tenang dan lembutnya ternyata meredakan amarah. Orang itu lalu makin terbawa tenang dan kemudian bisa bercakap-cakap dengan baik.
Kisah itu mematriku pada sabda Yesus ini, “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi” (Mat 5:5). Mereka yang lemah lembut mampu menghentikan gejolak amarah dan mereka memiliki bumi.
Marilah kita jaga hati kita agar tetap lemah lembut. Kita sikapi gejolak yang meledak-ledak dengan kelemah lembutan hati yang menyejukkan. Bumi pun akan menjadi milik kita. www.sesawi.net
Tidak ada komentar:
Posting Komentar